Memulai sebuah usaha itu susah-susah gampang. Memiliki modal, belum tentu memiliki ide, memiliki ide belum tentu memiliki keberanian untuk memulai. Memiliki keberanian memulai, belum tentu menemukan usaha yang ideal, yang nantinya dapat berkembang. Pertanyaannya kemudian, bagaimana sih caranya agar hal tersebut dapat teratasi?
Ada banyak hal di sekitar kita bisa menjadi ladang bisnis, bahkan kalau kita mencermati, kini tak ada sejengkal pun dari tubuh kita yang tidak menjadi bagian dari komoditas bisnis. Dari ujung rambut sampai ujung kuku, sudah digarap sedemikian rupa oleh para pengusaha jadi ladang uang mereka. Tetapi bukan berarti, Anda tak punya lagi kesempatan untuk menggarapnya. Anda masih tetap berpeluang, karena kebutuhan manusia yang membutuhkan pemenuhan masih tak terbatas.
Modal Anda untuk menemukan ide bisnis sebenarnya tak harus besar, Anda cukup membuat pengamatan dan analisis sederhana dari hal-hal di sekitar Anda. Saya pernah berbincang dengan seseorang yang memiliki keinginan besar untuk berusaha, tetapi tak memiliki ide. Alhasil usaha yang ingin dijalankan adalah usaha yang menurut kacamata saya sudah jenuh. Lalu saya menawarkan beberapa alternatif yang bisa dia lakukan. Waktu itu ia ingin membuka usaha pecel lele, tetapi saya melihat usaha yang ingin dia lakukan adalah usaha pecel lele yang tak jauh beda dengan apa yang sudah banyak di sekitar komplek saya. Jika ia akan menjalankan usaha ini, saya hanya memberi gambaran jika sebagai pendatang baru dia harus bersaing dengan yang sudah ada, dengan menonjolkan kelebihan yang dimiliki oleh usahanya. Tetapi dari sekian hal yang ia paparkan, saya pun tak melihat ada perbedaan yang signifikan. Lalu bagaimana dia dapat merebut pasar? Daripada hadir sebagai kompetitor, saya menawarkan bagaimana kalau dia hadir sebagai mitra. Saya minta dia membuat pengamatan apa-apa saja yang sebenarnya dibutuhkan oleh para pedagang pecel lele. Seperti misalnya, ketersediaan ikan lele, lalapan, piring, konsumen, gerobak, dll. Berdasar pengamatan itu, saya menyarankan mengapa dia tidak mengambil satu poin dari kebutuhan yang ada untuk menjadi ladang bisnisnya, seperti misalnya sebagai penyedia ikannya, lalapannya, atau bahkan pencari konsumennya.
Apapun usaha yang akan dilakukan, tak akan pernah berhasil jika tak ada langkah pertama untuk memulai. Biasanya kita terjebak, dan berhenti pada tahap perencanaan. Pada tahap dimana seharusnya apa yang direncakan itu harus dieksekusi, ada sekian banyak hal yang kemudian menyergap pikiran kita. Ada kekhawatiran yang tiba-tiba mengendalikan, bahkan rasa percaya diri yang selama perencanaan barangkali membara, tiba-tiba menghilang. Kenapa ini bisa terjadi? Ini terjadi karena kita menunda apa yang yang sudah direncanakan dengan memikirkannya sekali lagi, dan bukan memulainya. Seandainya kita segera memulainya, maka bukan memikirkan ulang rencana yang kita lakukan tetapi mengevaluasi apa yang sudah kita lakukan. Langkah menemukan keberanian berusaha, adalah dengan memulai dari seberapapun pengetahuan yang kita miliki, dan belajarlah dari proses yang sudah terjadi. Perencanaan memang penting, tetapi sejak awal kita harus sadar, bahwa itu hanya pemandu langkah, tak akan berarti kalau langkah untuk menjalankannya tak pernah ada.