Sebagai guru sejarah saya sering menjelaskan betapa berartinya sebuah dokumen. Banyak hal bisa diungkap karenanya. Namun dibanyak kesempatan saya juga mendapati betapa terbatasnya orang menafsirkan dokumen. Dokumen hanya terbatas pada surat-surat berharga, sementara selain itu hanyalah kertas-kertas sampah yang tak bernilai. Padahal menurut saya, semua bisa menjadi dokumen, semua bisa menjadi berharga.
Saya ambil contoh, ketika Barack Obama terpilih menjadi presiden AS betapa orang mencoba mencari setiap jejaknya, tak terkecuali jejaknya selama di Indonesia. Sosok yang pernah menghabiskan masanya di Menteng Dalam ini, pernah juga mengeyam sekolah dasar negeri ala Indonesia. Saya yakin bagi SD tempat Obama bersekolah berkas apapun yang pernah ia torehkan akan sangat berarti, bahkan seandainya pada waktu sekolah Obama pernah mencorat-coret tembok sekolah dan hingga kini bekasnya masih ada, setiap orang pun akan kembali melihatnya dengan paradigma yang sudah berbeda. Dan berdasarkan hal ini pulalah saya berpendapat bahwa setiap berkas bisa menjadi dokumen yang berarti bagi seseorang, tergantung bagaimana ia memperlakukannya kelak.
Bahkan saya menyarankan pada siswa saya untuk menyimpan hasil-hasil ulangan mereka yang jelek, sebab kelak akan berarti. Saya menjelaskan pada mereka bahwa sebagian besar biografi orang-orang hebat, selalu mencantumkan masa-masa sulit mereka. Dan pada hal tersebutlah sebenarnya biografi itu menarik untuk terus dibaca dan mampu menginspirasi. Bukan pada nilai-nilai jelek, atau masa-masa sulit itu fokusnya tetapi bagaimana mereka berhasil menghadapi masa-masa itu dan membalikkan keadaan menjadi diri mereka setelah itu yakni diri mereka pada saat biografi itu ditulis.
Saya mengatakan itu semua karena saya sedang berhadapan dengan orang-orang besar di sepuluh atau lima belas tahun mendatang. Saya yakin tak satupun dari siswa yang kini saya ajar menyimpan cita-cita sebagai orang yang akan tertindas. Mereka pasti menginginkan menjadi orang-orang hebat, sehingga tak ada salahnya jika saya menjelaskan betapa berartinya berkas-berkas yang kini sedang mereka kerjakan, sebab sesungguhnya mereka sedang merangkai kebesaran mereka masing-masing.