Anda ingin menjadi sosok yang berhasil? Itu pasti. Dan jika keberhasilan masih Anda inginkan berarti Anda masih menganggap bahwa saat ini Anda adalah sosok yang belum berhasil. Anda masih mempunyai gambaran lain keberhasilan pada diri Anda, bukan seperti yang sekarang terjadi pada diri Anda. Sebagai pembakar motivasi, ini sangat diperlukan namun apabila gambaran keberhasilan itu justru membuat Anda gelisah, Anda perlu mencermatinya kembali.
Keberhasilan itu berputar seperti siklus spiral, dari satu titik, ia meloncat ke titik berikutnya tak berhenti sepanjang manusia masih memiliki mimpi atau keinginan. Anda tak pernah tahu kapan berhasil, tanpa Anda mencermati trek yang kini sedang Anda lalui. Apakah Anda sedang berjalan pada lintasan yang benar, yang mengantarkan Anda pada keberhasilan Anda atau tidak? Jika Anda sedang berada pada trek yang salah, maka jangan berharap mimpi Anda itu akan menjadi kenyataan. Tetapi jika Anda meyakini bahwa lintasan yang Anda lalui saat ini sudah benar, maka sebenarnya Anda sudah menjadi orang yang berhasil. Tentu pada titik tertentu dari siklus spiral keberhasilan seperti yang saya nyatakan sebelumnya.
Menjadi berhasil bagi saya bukan berarti saat Anda mendapatkan atau berada pada keadaan seperti gambaran Anda. Karena Anda tak akan pernah berada pada situasi itu, mengingat akal budi kita itu dinamis, ia terus ‘bergerak’ mencari gambaran-gambaran ideal. Namun menjadi berhasil adalah apabila Anda sudah berada pada jalur yang tepat pada mimpi-mimpi Anda. Keberhasilan bukanlah barang jadi (Instant), tetapi keberhasilan adalah proses dari setiap tahapan kehidupan.
Pergerakan dari satu titik keberhasilan, ke titik keberhasilan berikutnya memerlukan usaha yang tidak mudah. Memerlukan banyak energy Anda untuk tetap focus pada tujuan, mencoba mengesampingkan sedemikian banyak godaan. Sehingga ketika Anda sampai pada tujuan yang Anda maksudkan, Anda tahu, karena Anda memaknai setiap proses yang terjadi. Keberhasilan atau pencapaian Anda pada mimpi menjadi sangat berarti, walau saya yakin Anda akan segera bergerak lagi pada titik berikutnya dan tak akan pernah berhenti.
Jika demikianlah keberhasilan, maka sebenarnya keberhasilan itu bukan tentang hasil kelak saja, tetapi juga tentang apa yang dikerjakan saat ini. Keberadaannya adalah akumulasi dari pemaknaan proses, dan ketepatan seseorang menentukan jalur kehidupan yang dilalui. Ini jelas membutuhkan kecerdasan, dan setiap pribadi sudah dibekali tinggal bagaimana mengelolanya, hingga pada pada akhirnya segala sesuatu menjadi indah.
Gagasan pagi, sabtu 22 Oktober 2011
Duta Indah